InspirasiJiwa.Com

Inspirasi yang mengubah kehidupan Anda

Follow me on TwitterRSS Feeds

  • Home
  • SMS INSPIRASI
  • RENUNGAN
  • LIFE STYLE
  • BLOG
  • VIDEO INSPIRASI
kebijaksanaan-confucius

Kebijaksanaan Hidup

May 8th

Posted by inspira6 in Kata-Kata Bijak

No comments

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya   baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia  melihat   satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia   mendekat dan  mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?”
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi”

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata:   ”Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius.
Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.”
Yan Hui: “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?”
Pembeli kain: “Kalau Confusius bilang saya salah,
kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?”
Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”
Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.
Setelah Confusius tau duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan  jabatanmu kepada dia.”

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah,  diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.
Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.
Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat.
Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya.

Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : “Bila hujan lebat, janganlah berteduh dibawah pohon. Dan jangan membunuh.” Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk  menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang disisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?” Confusius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon.

Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanm agar jangan membunuh”. Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”

Confusius bilang: “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu   tidak ingin belajar lagi dariku.
Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu,  jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu.” Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak  hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah  terlambat.

Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan.
Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.
Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
(Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)

Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
(Bagaimana pun juga penilaian boss yang menentukan hasil evaluasi / conduite kita)

Bersikeras melawan bawahan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah  juga.
(Bisa-bisa kita kehilangan seorang “supporter”)

Bersikeras melawan isteri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. hehehe..
(Isteri tidak mau menghiraukan kamu, semua harus “do it yourself”)

Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah  juga.
(Bisa-bisa kita kehilangan seorang  teman). (sumber: unknown).

Hidup bijaksana, rendah hati dan terus belajar adalah rahasia keberhasilan seseorang. Kerendahan hati dan mengutamakan yang terpenting jauh lebih bermanfaat dari pada membela kemenangan sesaat yang merugikan.

Binocular

BLIND SPOT

May 3rd

Posted by inspira6 in Inspirasi Jiwa

No comments

“Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, Ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah”.

Semua pemain profesional memiliki pelatih. Contohnya: pemain golf  sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Tiger Woods-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tiger Woods  butuh pelatih kalo jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya?

Kita harus tahu bahwa Tiger Woods  butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI.

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan BLIND SPOT atau TITIK BUTA. Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT  tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh orang lain untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

Kita butuh orang lain untuk menasihati dan mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yg keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita. Kita bukan manusia sempurna, Biarkan orang lain menjadi “mata” kita, sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri.

Dengan kesalahan, sebenarnya kita belajar tentang: Peluang, Tahu yang benar, Tahu merasa malu, Tahu cara berubah, Diingatkan oleh situasi dan orang lain untuk bertindak dan memperbaiki diri,
mawas diri dan menjadi lebih baik setiap harinya.

Dimanapun kita berada, sesulit apapun keadaan kita,yakinlah bahwa kita sedang bergerak ke arah yang lebih baik, peka terhadap keadaan, selalu terbuka untuk belajar dan diajar oleh orang lain.
Tetap Berdoa, Berusaha dan selalu Bersyukur atas segala keadaan dan talenta yang kita miliki. Salam Sukses!.

olah-raga-otak

Olahraga Terbukti Tingkatkan Kemampuan Otak

Apr 26th

Posted by inspira6 in Kesehatan

No comments

Olahraga ternyata tidak hanya membuat otot tubuh menjadi kuat, tetapi juga dapat membantu meningkatkan fungsi memori otak. Hal itu setidaknya terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Kirsten Hotting, PhD dari University of Hamburg, Jerman.

Berdasarkan kajiannya yang dipublikasikan dalam Health Psychology itu, Hotting menemukan bahwa pria paruh baya dan wanita yang bersepeda atau melakukan peregangan rutin dan koordinasi selama dua jam seminggu selama enam bulan memiliki perbaikan dalam memori dan kemampuan berpikir lainnya.

“Menggabungkan berbagai bentuk latihan mungkin dapat memberikan efek menguntungkan pada fungsi otak,” katanya.

Para ahli mengatakan, pada orang dewasa yang berusia lanjut, daerah otak yang berhubungan dengan memori (hippocampus) cenderung akan menyusut. Penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa daerah otak yang disebut hippocampus dapat kembali tumbuh dan berkembang setelah mereka (orang berusia lanjut) mulai melakukan aktivitas fisik. Pertumbuhan ini biasanya disertai peningkatan fungsi memori.

Dalam riset teranyarnya itu, Hotting lebih memfokuskan penelitian pada individu dewasa setengah baya. Ia melakukan evaluasi terhadap 68 pria aktif dan wanita berusia antara 40-56 tahun. Setiap relawan diminta melakukan olahraga ringan, seperti peregangan dan bersepeda. Sebagai pembandingnya, peneliti juga melibatkan 18 orang yang diketahui tidak aktif secara fisik.

Hotting mengatakan, sebelum dilakukan penelitian, semua relawan menjalani tes kebugaran jantung. Setiap program diawasi dan berlangsung selama satu jam, dua kali dalam seminggu.

“Pelatihan atau koordinasi peregangan dimulai dengan tahap pemanasan singkat, diikuti dengan peregangan dan penguatan otot-otot utama dari tubuh secara keseluruhan,” katanya.

“Latihan koordinasi didefinisikan sebagai latihan keseimbangan, gerakan kompleks dari lengan dan kaki, dan sebagainya. Kemudian latihan diakhiri dengan beberapa latihan relaksasi,” tambahnya.

Sebelum dan sesudah penelitian, peneliti juga sudah mengukur tingkat memori dan kemampuan berpikir lainnya. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok bersepeda mengalami peningkatan kebugaran jantung mereka sebesar 15 persen. Sementara kelompok yang melakukan peregangan dan tidak aktif tidak memiliki perubahan nyata dalam kebugaran mereka.

Namun demikian, pada kelompok yang melakukan aktivitas bersepeda dibarengi dengan peregangan mendapatkan nilai lebih baik saat menjalani tes memori belajar ketimbang kelompok yang tidak aktif. Peningkatan hasil ujian juga dikaitkan dengan peningkatan kebugaran. Hotting mengungkapkan, penelitian lain telah menemukan bahwa peningkatan kebugaran terkait dengan perbaikan selektif dalam memori.

 

Kompas.Com Sumber :healthdaynews

12345»102030...Last »
  • Inspirasi Terkini

    • Kebijaksanaan Hidup
    • BLIND SPOT
    • Olahraga Terbukti Tingkatkan Kemampuan Otak
    • Mengubah Si Dia? Bisa!
    • Kisah sang Raja Yang Rendah Hati
    • Ini Dia, Pria Yang Punya Masa Depan
    • Olah Raga Bikin Anda Lebih Cerdas
    • Mengurangi Konsumsi Nasi Putih Itu Sehat
    • Mengasah Kata Hati Untuk Mengambil Keputusan
    • Mengampuni Sehingga Dipulihkan
  • Categories

    • Berita Unik (15)
    • BLOG (3)
    • CERITA INSPIRASI (123)
    • Dunia Kerja (16)
    • Edukasi (4)
    • FOKUS (15)
    • Gaya Hidup (2)
    • HOLINESS (7)
    • Inspirasi Jiwa (1)
    • Kata-Kata Bijak (1)
    • Keluarga (24)
    • Kesehatan (29)
    • Life Style (97)
    • Motivation & Inspiration (33)
    • NEW SMS INSPIRASI (10)
    • NEWS (4)
    • RENUNGAN (46)
    • Santapan Harian (4)
    • Uncategorized (3)
  • Blogroll

    • BALI AND TOBA LAKE
    • Daun Sirsak Untuk Kanker
    • Holy Land
    • Konseling Kristen
    • Pancar Pijar Alkitab (PPA)
    • Reformata
    • Reformed Injili Center
    • SANTAPAN ROHANI (RBC)
    • STTRII
    • Warung Anak Muda
  • Archives

    • May 2012 (2)
    • April 2012 (4)
    • March 2012 (10)
    • February 2012 (18)
    • January 2012 (4)
    • December 2011 (2)
    • November 2011 (2)
    • October 2011 (2)
    • September 2011 (2)
    • August 2011 (5)
    • July 2011 (8)
    • June 2011 (8)
    • May 2011 (16)
    • April 2011 (32)
    • March 2011 (28)
    • February 2011 (44)
    • January 2011 (70)
    • December 2010 (71)
    • November 2010 (46)
  • Free counters!
Copyright ©2010 Inspirasijiwa.com.
Mystique theme by digitalnature | Powered by WordPress RSS Feeds XHTML 1.1 Top