Cerita Lain tentang Investasi

kata-kata ini sebenarnya ingin aku ungkapkan sejak lama, disaat Istighosah rutin yang diadakan teman-teman Averroes Community. Kenapa tidak dikatakan, kenapa tidak disampaikan? Pertanyaan itu yang barangkali muncul ketika teman-teman tahu hal ini, atau barangkali tidak ada pertanyaan sama sekali.

Spektrum CahayaAntara penting dan tidak penting, antara patut dan tidak patut. Aku berfikirnya seperti itu. Sampai sama sekali belum terucap. Terbayang ketika melihat film-film Saur Sepuh dimana salah satu bintangnya adalah Jerangkong dengan senjata andalannya benda yang membentuk busur panah, ketika tali dari busur panah tersebut dipetik atau digesek akan mengeluarkan bunyi yang bisa memecahkan gendang telinga lawannya. Begitu juga yang terjadi di film Tutur Tinular dimana suara merdu Arya Dwipangga “Syair Berdarah” dan bunyi serulingnya sanggup mempedayai dan memusnahkan musuh-musuhnya.
Aku coba menghubungkan kekuatan bunyi yang ditimbulkan oleh benda atau yang dibaca seseorang. Menganut Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) yang dipopulerkan oleh James Prescoot Joule yang berbunyi “Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan ” penjelasannya, jadi perubahan bentuk suatu energi dari bentuk yang satu kebentuk yang lain tidak merubah jumlah atau besar energi secara keseluruhan.
Yang terbanyang dalam pikiranku adalah bagaimana dengan bunyi-bunyian yang kita baca setiap Istighosah? Apakah mempunyai kekuatan energi, apakah energi dari bunyi yang ditimbulkan bisa kekal? Tentu kita bisa memikirkan, membayangkannya dan menemukan jawabannya dengan berpijak pada hukum penemuan Joule tadi.
Rutinitas (red, investasi) bunyi-bunyian yang kita baca tentu akan membentuk kerapatan gelombang suara (bunyi) yang teratur sedemikian rupa. Meskipun ini abstrak, sebagaimana terbatasnya mata kita mencerna cahaya satu lampu kamar kita. Mata kita hanya bisa menangkap cahaya putih . Tetapi sebenarnya spektrum cahaya yang ditimbulkan cahaya lampu tersebut bisa ratusan warna.

Analogi tersebut bisa kita pakai ketika memikirkan suatu bunyi, dimana bunyi yang sampai pada telinga kita merupakan lengkungan-lengkungan abstrak gelombang. Contoh gampangnya bisa kita lihat pada gelombang yang dibentuk ketika kita melempar batu ketengah sungai yang tenang, akan nampak jelas lengkungan gelombang yang terbentuk.
Kembali lagi pada investasi bunyi-bunyian (do’a) yang kita baca rutin setiap dua minggu sekali sudah barang tentu akan memenuhi rongga-rongga batas antara bumi dan lagit.

Subyektifitas penulis, dimana ketika bunyi tersebut dilantunkan tentu akan memenuhi rongga ruang tertentu yang sampai pada saatnya nanti akan membeku dan mengkristal. Nah, disinilah energi bunyi tersebut menemukan korelasi dengan teori kekekalan energi.
Sampai disini anganku membayangkan pada manfaat, khasiat dan kesaktian dari energi yang terkumpul itu. Dimana kristal yang terbentuk dari kumpulan bunyi (suara) tersebut akan memberi manfaat secara tidak langsung disaat kita dalam keadaan haus, lapar, kepanasan, kedinginan dan kesusahan. Tanpa harus kita perintah, sekonyong-konyong itu hadir sesuai dengan kebutuhan kita dengan akurasi yang sangat tinggi. wassalam….tulisan ini kan berlanjut….tunggu ya… :D
 

Sphere: Related Content

4 Responses to “Cerita Lain tentang Investasi”

  1. Mantapp lah…

  2. di saur sepuh gada yang namanya jerangkong, mas.yang mirip-mirip dengan nama itu juga gada di saur sepuh. ada sih nama gerandong di misteri bukit merapi. maksudnya itu kalee ya….?

  3. kok aku ga nyambung ya? dasar otakku pake amd nih, ga intel inside, hehehe

  4. 3 langkah rahasia mencari uang diinternet telah terbongkar

Leave a Reply