Detail Pemeliharaan Tuhan

Pdt. Robert R. Siahaan, M.Div.

Matius 10: 29-31; Lukas 12:6

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” – Matius 10:29-31

Ayat di atas adalah sebuah pernyataan yang sangat penting yang diucapkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya dan kepada banyak orang yang mengikuti-Nya. Dalam Lukas 12:1 dituliskan bahwa Yesus berkata kepada beribu-ribu orang dan menyebutkan harga dan jumlah burung yang berbeda dengan Matius 10:29: “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah.” Lukas 12:6. Di sini ada perhitungan matematik yang menunjukkan cara perdagangan burung di Palestina pada waktu itu. Jika kita menggabungkan pernyataan Yesus dalam Matius dan Lukas, maka harga dua ekor burung adalah seduit, namun jika seseorang membeli burung dua duit maka ia akan mendapatkan bonus satu ekor burung pipit, sehingga dengan dua duit seseorang akan memperoleh lima ekor burung. Hal ini makin menunjukkan betapa murahnya harga burung pipit dijual orang, dan sekalipun harga burung itu sangat murah, semua burung pipit terhitung dalam pikiran dan pengamatan Allah. Sehingga tidak ada seekor burung pipit yang akan jatuh ke bumi atau mati di luar pengetahuan dan kehendak Allah.

Setelah berbicara megenai burung pipit yang dijual murah, Tuhan Yesus menyebutkan mengenai rambut yang sama sekali tidak berharga bagi kebanyakan orang. Setiap hari setiap kali mandi, setiap kali menyisir rambut, atau dalam aktivitas hidup sehari-hari ada beberapa lembar rambut manusia yang lepas dan jatuh dari kepala manusia, namun kita tidak mempedulikannya, tidak merasa kehilangan dengan lepasnya rambut itu. Sekalipun manusia tidak terlalu memikirkan atau tidak terlalu menghargai rambut-rambut yang lepas dari kepala mereka, namun Tuhan Yesus berkata bahwa Allah memperhatikannya dan Allah mengetahui jumlah rambut yang ada di tiap-tiap kepala manusia di seluruh muka bumi ini. Bayangkan betapa detailnya pikiran dan perhatian Allah, memang Allah memiliki pengetahuan yang tidak tebatas dan mengetahui semua hal yang terjadi dan yang akan terjadi di dunia ini karena Dia mahatahu (omni science). Namun di dalam kemahatahuann-Nya Allah tetap peduli dan tetap memperhatikan kehidupan setiap orang di dunia ini.

Allah melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan di dalam hikmat serta kasih-Nya yang luar biasa. Allah tidak hanya peduli terhadap perkara-perkara besar di dunia ini, Ia sesungguhnya sangat memperhatikan setiap detail hidup manusia dan tetap memperhatikan seluruh alam semesta.

Matius 10:29-30 memberi jaminan kepada kita bahwa kasih Allah sangat besar dan setiap individu berada dalam pengamatan dan pemeliharan Tuhan. Jadi tidak pernah terjadi bahwa Allah tidak memperhatikan atau tidak peduli pada anak-anak-Nya. Ia sangat mengasihi manusia, sehingga ketika manusia jatuh terperosok ke dalam kehancurn dan kesia-siaan hidup Allah sendiri mengambil inisiatif untuk menolong manusia itu. Bukan dengan tindakan mujijat dalam sekejap dengan kemahakuasaaan-Nya, malah ia membayar dengan harga yang sangat mahal: “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas.” 1 Petrus 1:18.

Konteks pertama pembicaraan Tuhan Yesus adalah berbicara mengenai penganiayaan yang akan dialami oleh murid-murid Tuhan Yesus setelah masa kenaikan-Nya. Yesus berkata “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Matius 10:28. Manusia memiliki keterbatasan dalam segala yang dimilikinya dan kemampuannya bertindak dan semua tindakan manusia berada dalam pengawasan dan kontrol Allah. Manusia hanya dapat membinasakan tubuh manusia dan itu pun dalam ijin dan kontrol Allah. Namun Allah memiliki kedaulatan untuk membinasakan tubuh dan nyawa manusia. Takut kepada Allah yang dimaksud Yesus adalah dalam arti menghormati dan mengasihi Allah dalam konteks yang sebenarnya, mentaati Allah dan tunduk pada perintah-perintah Allah.

Konteks kedua berbicara mengenai pemeliharaan Allah yang sempurna atas hidup anak-anak-Nya. Jikalau burung pipit yang dihargai sangat murah oleh manusia, bahkan rambut yang tidak terlalu dipedulikan setiap orang, ternyata selalu ada dalam pengamatan Tuhan. Apalagi setiap orang yang telah ditebus dan diselamatkan melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib dengan harga dan bayaran yang sangat-sangat mahal. Yohanes 3:16 menegaskan bahwa karena kasih Allah yang sangat besar yang menggerakkan Allah untuk mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk mati menjadi tebusan bagi setiap orang percaya (Mat 20:28; Mark 10:45; 1 Tim 2:6).

Apakah Anda saat ini sedang merasa bahwa Allah tidak peduli dan tidak memperhatikan hidup Anda? Terutama mungkin karena Anda sedang mengalami masalah hidup yang sangat berat, mengalami kegagalan bertubi-tubi, mengalami penyakit berat dan sebagainya. Anda merasa Allah tidak mengasihi Anda dengan mengijinkan masalah-masalah itu memasuki hidup Anda dan keluarga Anda. Apakah betul Allah tidak peduli, tidak mengasihi dan tidak memperhatikan Anda? Jawabnya tidak benar demikian. Peristiwa Yesus di salib adalah sebuah penderitaan yang tidak seharusnya Ia tanggung, sementara penderitaan yang dialami manusia tidak lepas dari kesalahan-keslahan dan dosa-dosanya. Sekalipun tidak semua penderitaan disebabkan oleh dosa seseorang (contoh kisah Ayub), namun pastinya semua dosa pasti mengakibatkan penderitaan. Jika kita menderita karena dosa dan kesalahan kita, maka sepantasnya dan secepatnya kita harus bertobat dan memperbaiki diri dan melatih diri untuk terus mentaati Allah. Jika kita mengalami penderitaan di saat kita hidup dalam ketaatan dan hidup benar itu berarti Allah sedang membentuk, melatih dan menguatkan iman kita. Yakobus mengingatkan kita mengenai hal ini: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” (Yakobus 1:2-4).

Pernyataan Tuhan Yesus mengenai pemeliharaan dan kepedulian Allah kepada burung pipit dan rambut manusia merupakan penegasan yang sangat kuat bahwa Allah sangat memperhatikan hidup Anda dan saya. Kedatangan Tuhan Yesus dan kematian-Nya adalah bukti tertinggi kasih dan pemeliharaan Allah kepada kita. Semua perumpamaan mengenai dirham yang hilang, mengenai domba yang hilang adalah bukti keseriusan Allah untuk mencari dan menemukan kita dan Allah sudah ‘menemukan kita’ karena kasih dan kerelaan-Nya bahkan dalam kekekalan Ia sudah menetapkan agar kita diselamatkan dalam Kristus (Efesus 1:3-8). Allah memelihara dengan kasih-Nya, dan Ia juga memelihara dalam pemeliharaan yang sempurna, hendaklah setiap orang percaya menyadari itu dan melatih diri untuk makin bersyukur dan semakin menunjukkan kasih kepada Allah dan sesama, sebab itulah yang diperintahkan Tuhan kepada kita. Bersyukur dan berterima kasih adalah sikap terbaik ketika kita merenungkan tentang burung pipit, tentang rambut yang membawa kita kepada pemahaman betapa sempurnanya Allah memperhatikan kehidupan kita. Ia berjanji menyertai (Ibrani 13:5); Ia berjanji meneguhkan (Yosua 1:6-9); Ia berjanji menjagai kita (Mazmur 23), ia berjanji membawa kita hidup dalam kekekalan (1 Yohanes 1:11-13). Tuhan Yesus dengan hidup, kematian dan kebangkitanNya mengingatkan kita bahwa kita sangat berharga dimata Allah Bapa dan kita  akan terus berada dalam pemeliharaan-Nya, dalam kondisi dan situasi apapun.  Seperti kata Tuhan Yesus: “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari burung pipit.“ (Matius 10:29-31). Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan akan terus menolong kita melalui hidup ini dengan indah pada waktu-Nya. Haleluya!


Leave a Reply