Makna Kematian

Pdt. Robert R. Siahaan, M.Div.

1 Tesalonika 4:13-18

4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini

Realita Kematian:

  • Kematian peristiwa wajar dalam hidup manusia, namun pertanyaannya adalah, kalau mati apa yang terjadi? Sesudah mati, kemudian apa yang akan terjadi dengan kematian itu?
  • Alkitab menjelaskan dua kemungkinan megenai orang mati, pertama mati dalam kekekalan atau kedua, mati untuk hidup kembali dlam kekekalan.

Rerspon Menghadapi Kematian:

  • Kematian sejatinya adalah sesuatu yang menakutkan, mengerikan, mendukakan
  • Kematian kalau boleh jangan ada, kalau hidup sedang berjalan lancar, tetapi bagi sebagian orang kematian adalah pilihan dan jalan terbaik jika hidup begitu menderita, sulit, penuh masalah
  • Kasus pembunuhan terhadap anak sudah beberapa kali terjadi. Himpitan ekonomi selalu menjadi alasan. Kasus terakhir terjadi Jumat pekan silam di Bekasi, Jawa Barat. Dua balita dibunuh ibu kandungnya juga dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi. Ismawati mengaku terpaksa melakukan itu karena terdesak kebutuhan ekonomi.
  • Lebih tragis pembunuhan anak di Malang, Jawa Timur, tepatnya di Lowokwaru. Seorang ibu bunuh diri dengan minum racun potasium bersama keempat anaknya. Sebelum meminum racun mematikan yang dicampur susu, sang ibu, Junania Mercy, meminumkan racun terlebih dahulu kepada empat orang anaknya.
  • Di Bandung, Jawa Barat, Anik Komariah Sriwijaya juga tega membunuh tiga anaknya. Anik yang mengaku tertekan secara ekonomi membunuh ketiga putranya dengan cara membekap mereka dengan bantal. Anik mengaku khawatir masa depan anak-anaknya suram. Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung akhirnya memvonis bebas Anik dengan alasan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa.
  • Sementara itu, di Tangerang, Banten, seorang ibu membakar dua anaknya, Indah Savitri (2) dan Muhammad Lintar Saputra (1). Indah meninggal setelah dirawat 10 hari di rumah sakit. Sedangkan adiknya Lintar Saputra menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Peristiwa ini terjadi setekah Yeni, sang ibu, bertengkar hebat dengan suaminya.

PENGAJARAN  dari KITAB 1 Tesalonika:

  • Jangan berduka seperti orang yg tidak megenal Tuhan (John calvin : Bijaksana sejati terletak pada pengenalan akan Allah dan megnenal diri sendiri).
  • Orang-orang yg telah percaya kepada Kristus, kalau mati akan dikumpulkan bersama Kristus (sukacita besar, penghiburan sejati)
  • Ada saatnya seluruh usu dunia ini akan hancur dan dihancurkan oleh Allah dan saat itu sangkakala Allah akan berbunyi
  • Janji Allah   adalah mengangkat orang2 percaya yang sudah mati dan masih hidup à hidup kekal selama-lamanya
  • Hiburkanlah seorang akan yg lain dengan doktrin ini.

1. Manusia mati karena dosa, dan tak seorangpun yang dapat berkuasa atas hari kematian.

Dari kisah Adam dan Hawa kita ketahui bahwa manusia mati karena dosa pertama yang dilakukan (lih. Kej 2:16).  Menurut pengajaran Rasul Paulus, “Upah dosa ialah maut.” (Rom 6:23a).

2. Kematian Kristus membuka pintu keselamatan dan hidup yang kekal. Yohanes 3:16;  Roma 5:8

3. Kematian ini dikalahkan oleh kebangkitan Kristus.

Kebangkitan Kristus dari kematian menjadi bukti bahwa kematian tidak berkuasa atas diri-Nya (lih. Rom 6:9). Ketika tubuh kita yang fana ini mengenakan Kristus, maka maut telah ditelan dalam kemenangan (lih. 1 Kor 15:53-57). Dengan kebangkitan Kristus dari kematian, Ia mengalahkan belenggu dosa dan maut, sehingga bahkan kematian sekalipun tidak dapat memisahkan kita dari kasih-Nya (lih. Rom 8:38-39). Oleh jasa Kristus ini, maka ketika kita tubuh kita mati, artinya kemah tempat kediaman kita di bumi dibongkar, Allah telah menyediakan tempat kediaman di sorga yang kekal (lih. 2 Kor 5:1).

4. Kematian Terhadap diri sendiri adalah jalan menuju kekudusan.

Rasul Paulus mengajarkan kepada kita agar kita mematikan segala sesuatu yang duniawi di dalam diri kita, agar kita dapat hidup sebagai manusia baru (Kol 3:5). Dengan hidup sebagai manusia baru, kita mempunyai Kristus yang menjadi pusat hidup kita. Sehingga, kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk kita (lih. 2 Kor 5:14-15). Dan hidup bagi Kristus dan di dalam Kristus ini adalah kekudusan, di mana kita dimampukan untuk mengasihi Tuhan dan sesama.

5. Jika kita hidup di dalam Kristus, maka kematian adalah suatu keuntungan.

Rasul Paulus mengatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan,” (Fil 1:21) karena melalui kematian kita pergi untuk bertemu dengan Kristus dan diam bersama- sama dengan Dia (lih. Fil 1:23). Pada saat itulah, kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1 Yoh 3:2). Maka dalam arti kehidupan kekal ini, maka dapat dikatakan, “hari kematian lebih baik dari hari kelahiran.” (Pkh 7:1)

6. Yesus berpesan agar kita tidak takut menghadapi kematian.

Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” (Yoh 14:1-3).

Sudahkah kita siap?

Akhirnya, mari bersama-sama kita merenungkan, sudahkah kita siap menghadapi kematian kita? Ini merupakan pertanyaan yang mudah dijawab dengan mulut namun sebenarnya tidak semudah itu, jika itu melibatkan segala konsekuensinya. Sebab walaupun kita telah memperoleh janji keselamatan dan kehidupan kekal, namun kita harus bertanggunjawab atas segala sesuatu yang kita lakukan

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Kor 2:9)

Illustrasi: Sengat Lebah

  • Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.  Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.  -1 Korintus 15:55-57.

Leave a Reply