PERUBAHAN DALAM HIDUP

“Banyak orang mau berubah, tetapi sedikit yang mau melakukannya.”

Hal kecil apa yang seringkali menjadi awal mula sebuah perubahan hidup? Jawabannya adalah Tujuan Perubahan (Target perubahan). Dengan kata lain bias disebut sebagai IMPIAN, KEINGINAN,  impian adalah langkah pertama menuju sukses. Bagaimana mungkin terjadi perubahan kalau kita tidak tahu mau berubah dan jelaskah dalam hal apa?

“Banyak orang mau berubah tetapi melakukan cara-cara yang sama, kebiasaan yang sama, pola hidup yang sama, cara kerja yang sama.”

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa banyak orang enggan berubah? Banyak orang yang selalu bersuara agar orang lain berubah namun mereka sendiri enggan untuk berubah kan!?

Ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama, karena perubahan tidak selalu mengenakkan. Tentu sangat tidak nyaman. Kedua, perubahan adalah sebuah proses yang penuh pengorbanan. Untuk itu diperlukan waktu, ketekunan dan kesabaran. Bukan sesuatu yang instant! Terkadang baru bertahun-tahun kemudian kita bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan. Ketiga, perubahan bisa menjadi sumber konflik baru bagi diri sendiri maupun dengan orang-orang disekitar kita. Perubahan selalu mengakibatkan krisis (disequilibrium), tetapi kalau diteruska akan memberikan hasil yang memuaskan.

Perubahan: Sumber Kemajuan

Meski banyak manusia yang membenci perubahan namun perubahan sebetulnya adalah sumber kemajuan. Perubahan seperti apa yang bisa memberikan kemajuan yg berarti? Yang jelas, perubahan yang dimulai dari diri sendiri, dengan membuat langkah-langkah perubahan (action) yang jelas dan kemauan yang kuat dan tak terbendung.  Alkitab mengajarkan tentang perubahan kepada kita (Roma 12:2; Fil 4:8; Mat 7:12, dsb):

  1. Cara Berpikir & Keyakinan .Mengubah cara berpikir mengubah Keyakinan
  2. Kata-Kata – Mengubah kata-kata mengubah dampak
  3. Kebiasaan (SIKAP/ Perilaku) – Mengubah Kebiasaan akan mengubah hasil hidup (Terjadi Perubahan)

LANGKAH Untuk Berubah:

Hal-hal Apa saja yang perlu diubah?

  1. Mengetahui Apa saja yang Perlu diubah?
  2. Ketahui Perubahan Apa yang Diinginkan? Hasil yang diharapkan?
  3. Apa Langkah-langkah Perubahannya?  Buatlah Komitmen Perubahan (Latihan-latihan)
  4. Fokus (Tidak Memikirkan atau Melakukan Banyak hal pada saat bersamaan)
  5. Terus Evaluasi dan Perbaiki

Hanya saja, saya perlu mengingatkan sekali lagi bahwa perubahan tidak selalu menyenangkan. Bahkan kalau suatu proses perubahan itu terasa mulus dan sangat enak, bisa jadi itu bukan perubahan. Perubahan selalu menuntut pengorbanan namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif menuju ke tahapan kehidupan yang lebih baik.

BERUBAH! MUNGKINKAH?

Setelah Kejatuhan manusia dalam dosa (Kej. 3) manusia mengalami kemerosotan yang sangat besar dalam segala keberadaannya. Ia mengalami kerusakan relasi dengan sang Pencipta, dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain dan bahkan dengan keberadaan dunia ini. Setelah Kristus menebus dan mengampuni dosa seseorang, bukan hanya dosanya yang perlu diselesaikan, tetapi mencakup segala aspek hidup orang tersebut. Perubahan yang terjadi sedikit demi sedikit menuntut adanya peerubahan-perubahan signifikan dalam berbagai aspek pada orang tersebut: perubahan pada pikiran (mind set) yang diperbarui yang mengubahnya dalam bagaimana ia melihat, menilai dan bersikap terhadap Allah, terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain, terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Selanjutnya ia akan mengalami perubahan pada bagaimana ia merasakan dan mengalami hidup yang dibarui oleh Allah dan Firman-Nya dan melalui orang lain dan melalui semua peristiwa dima ia bisa menggali makna hidup sedalam-dalamnya. Perubahan itu kemudian menuntut bukan sekedar perubahan pada wawasan dan pola pikir serta proses memahami segala sesuatu (sejauh ia mampu), jauh lebih penting (mutlak) dituntut agar orang mengalami perubahan pada sikap dan perilakunya dalam keseharian. Menjadi pelaku atas segala nilai & prinsip kebaikan yang telah dipelajari dan dipahaminya dan atas apa yang mungkin sering diucapkan pada diri sendiri dan pada orang lain.

Namun mengalami perubahan-perubahan itu bukanlah proses yang mudah dan lancar, seringkali melalui proses-proses yang sangat sulit dan penuh tantangan dari luar terutama dari dalam diri sendiri yang jauh lebih sulit. Tetapi juga bukan berarti tidak mungkin, sulit tetapi mungkin untuk dicapai. Harapan itulah yang ingin dicapai melalui pencerahan-pencerahan jiwa melalui perenungan dan refleksi atas setiap proses kehidupan sehari-hari yang diintegrasikan dengan pencerahan dan penguatan dengan Kebenaran Sejati dari Firman Allah (Alkitab). Anda dan Saya, kita semua diperintahkan untuk berubah, sekalipun sulit, tetapi sangat mungkin, sehingga memerlukan pencerahan dan peneguhan. Selamat menikmati dan menyelami pencerahan-pencerahan dalam terang kebenaran Allah. Setiap saat kita memerlukan pembaruan pikiran dan hidup. Soli Deo Gloria.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” -Roma 12:2.

Pdt. Robert R. Siahaan.M.Div.


Leave a Reply